+++++ SMA MUHAMMADIYAH KOTA TEGAL +++++

Senin, 23 Agustus 2010

HIKMAH PUASA RAMADHAN

HIKMAH PUASA

DALAM TINJAUAN AGAMA DAN ILMU PENGETAHUAN

(Oleh : Fajar Adi Kusumo)

Manusia merupakan makhluk yang tertinggi derajatnya, oleh karena itu manusia diutus oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sebagai makhluk yang tertinggi yang membedakan antara manusia dengan makhluk Allah yang lain adalah manusia dikaruniai oleh Allah dengan akal sedangkan makhluk Allah yang lain tidak. Dengan akalnya ini manusia berusaha sejauh mungkin untuk mengupas rahasia-rahasia alam karena alam semesta ini diciptakan oleh Allah dan tak akan lepas dari tujuannya untuk memenuhi kebutuhan makhluknya. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam salah satu firman-Nya :

"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini (langit dan bumi) dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka"

(QS. Ali Imran : 191)

Ayat inilah yang membuat orang mulai berpikir untuk mencari hikmah dan manfaat yang terkandung dalam setiap perintah maupun larangan Allah diantaranya adalah hikmah yang tersembunyi dari kewajiban menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang diperintahkan oleh Allah khusus kepada orang-orang yang beriman. Hal ini seperti disebutkan di dalam firman Allah yaitu :

"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa"

(QS. Al Baqarah : 183)

Sudah barang tentu hikmah puasa tersebut sangat banyak baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan umat (masyarakat) pada umumnya. Diantara hikmah-hikmah tersebut yang terpenting dan mampu dijangkau oleh akal pikiran manusia sampai saat ini antara lain :

a. Memelihara kesehatan jasmani (Badaniyah)

Sudah menjadi kesepakatan para ahli medis, bahwa hampir semua penyakit bersumber pada makanan dan minuman yang mempengaruhi organ-organ pencernaan di dalam perut. Maka sudah sewajarnyalah jika dengan berpuasa organ-organ pencernaan di dalam perut yang selama ini terus bekerja mencerna dan mengolah makanan untuk sementara diistirahatkan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari selama satu bulan.

Dengan berpuasa ini maka ibarat mesin, organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan Insya Allah kita menjadi sehat baik secara jasmani maupun secara rohani. Hal ini memang sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim yaitu :

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :

"Berpuasalah maka kamu akan sehat"

(HR. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim)

Juga dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :

"Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa"

(HR. Ibnu Majah)

Dalam penelitian ilmiah, kebenaran hadis ini terbukti antara lain :

1. Fasten Institute (Lembaga Puasa) di Jerman menggunakan puasa untuk menyembuhkan penyakit yang sudah tidak dapat diobati lagi dengan penemuan-penemuan ilmiah dibidang kedokteran. Metode ini juga dikenal dengan istilah "diet" yang berarti menahan / berpantang untuk makanan-makanan tertentu.

2. Dr. Abdul Aziz Ismail dalam bukunya yang berjudul "Al Islam wat Tibbul Hadits" menjelaskan bahwa puasa adalah obat dari bermacam-macam penyakit diantaranya kencing manis (diabetes), darah tinggi, ginjal, dsb.

3. Dr. Alexis Carel seorang dokter internasional dan pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang kedokteran menegaskan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.

4. Mac Fadon seorang dokter bangsa Amerika sukses mengobati pasiennya dengan anjuran berpuasa setelah gagal menggunakan obat-obat ilmiah.

b. Membersihkan rohani dari sifat-sifat hewani menuju kepada sifat-sifat malaikat

Hal ini ditandai dengan kemampuan orang berpuasa untuk meninggalkan sifat-sifat hewani seperti makan, minum (di siang hari). Mampu menjaga panca indera dari perbuatan-perbuatan maksiat dan memusatkan pikiran dan perasaan untuk berzikir kepada Allah (Zikrullah). Hal ini merupakan manifestasi (perwujudan) dari sifat-sifat malaikat, sebab malaikat merupakan makhluk yang paling dekat dengan Allah, selalu berzikir kepada Allah, selalu bersih, dan doanya selalu diterima.

Dengan demikian maka wajarlah bagi orang yang berpuasa mendapatkan fasilitas dari Allah yaitu dipersamakan dengan malaikat. Hal ini diperkuat oleh sabda Rasulullah dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh Turmudzi yaitu :

"Ada tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka, kepala negara yang adil, dan orang yang teraniaya"(HR. Turmudzi).

Juga dalam hadits lain dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘As, Rasulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya orang yang berpuasa diwaktu ia berbuka tersedia doa yang makbul"

(HR. Ibnu Majah)

Disamping itu hikmah yang terpenting dari berpuasa adalah diampuni dosanya oleh Allah SWT sehingga jiwanya menjadi bersih dan akan dimasukkan ke dalam surga oleh Allah SWT. Hal ini diperkuat dengan hadits Nabi yaitu :

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda :

"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan perhitungannya (mengharapkan keridla’an Allah) maka diampunilah dosa-dosanya.

(HR. Bukhari)

Juga dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari yaitu :

Dari Sahl r.a dari Nabi SAW beliau bersabda :

"Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut dengan Rayyan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga dari pintu itu. Tidak seorangpun masuk dari pintu itu selain mereka. (Mereka) dipanggil : Mana orang yang berpuasa ? Lalu mereka berdiri. Setelah mereka itu masuk, pintu segera dikunci, maka tidak seorangpun lagi yang dapat masuk"

(HR. Bukhari)

Dengan demikian maka dapatlah disimpulkan bahwa berpuasa membawa manfaat yang sangat besar bagi manusia baik sebagai makhluk pribadi maupun makhluk sosial. Sehingga setelah seseorang selesai menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan diharapkan ia menjadi bersih dan sehat baik jasmani maupun rohani dan kembali suci bagai bayi yang baru lahir. Amiin.

Daftar Pustaka :

- M. Noor Matdawam, Ibadah puasa dan amalan-amalan di Bulan Suci Ramadhan

- M Noor Matdawam, Pembinaan dan Pemantapan Dasar Agama

- Maftuh Ahnan, Mutiara Hadits Shahih Bukhari

- Al Qur’an

[ Read More.. ]

Senin, 19 Juli 2010

Muktamar Muhammadiyah ke-46

Enam bulan menjelang Muktamar Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta, 3-8 Juli mendatang, Panitia 1 Abad Muktamar Muhammadiyah sudah mengumpulkan dana sekitar Rp10 miliar.Din Syamsuddin, selaku Ketua PP Muhammadiyah mengungkapkan, ini berarti panitia masih membutuhkan kekurangan anggaran setengahnya dari jumlah terkumpul saat ini.

"Muktamar Muhammadiyah membutuhkan dana Rp20 miliar. Karena sekarang sudah ada Rp 10 M, maka sisanya tinggal mencari saja," ungkap Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin usai pencanangan tiang pertama gedung baru SD Muhammadiyah 4, di Jalan Pucang Surabaya, Selasa (12/01/2010).

Dana Muhammadiyah, Din menjelaskan, dalam Muktamar tersebut adalah dana. Pribadi anggota dan keluarga besar Muhammadiyah. "Ini adalah muktamar mandiri. Kami bertekad menggelar Muktamar Muhammadiyah menggunakan dana atau anggaran sendiri, dari keluarga besar Muhammadiyah sendiri," jelasnya.

Cara terbaik untuk kekurangan dana tersebut, Din menambahkan, Muhammadiyah.Telah mencanangkan Gerakan Infak (GI) Muhammadiyah sebesar Rp2 ribu. "Semuanya, mulai dari siswa, mahasiswa, karyawan, guru, jamaah masjid. jamaah pengajian yang tergabung dalam keluarga besar Muhammadiyah.berinfak Rp 2000,-. Insya Allah akan tercukupi," imbuhnya.

Sumber :

http://news.okezone.com/read/2010/01/12/337/293441/muktamar-muhammadiyah-habiskan-rp20-miliar

YOGYAKARTA--MI:

Muktamar Ke-46 Muhammadiyah yang dirangkaikan dengan peringatan satu abad organisasi Islam ini, Senin (5/7) malam menetapkan 13 nama anggota pimpinan pusat. Penetapan anggota pimpinan pusat (PP) tersebut dilakukan melalui pemungutan suara yang penghitungannya dilakukan di Gedung Fachruddin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Penghitungan suara mendapat perhatian dari kalangan pers, pemerhati sosial termasuk mantan ketua umum PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif. Ketua Panitia Pemilihan Anggota Pimpinan Pusat Muktamar ke-46 Muhammadiyah Rosyad Shaleh sejak penghitungan suara dimulai terlihat sibuk.

Beberapa kali ia memberikan penjelasan kepada pers tentang jalannya penghitungan suara yang memakan waktu lebih dari lima jam. Puluhan wartawan duduk di lantai beralaskan karpet hijau memperhatikan jalannya penghitungan suara yang ditayangkan melalui layer lebar di aula Fachruddin kampus UMY.

Din Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2010 dalam perolehan suara berada di urutan teratas, diikuti Muhammad Muqodas, Malik Fadjar, dan Haedar Nashir pada pemilihan 13 anggota PP organisasi ini. Sejak dimulai acara pemilihan anggota PP Muhammadiyah periode 2010-2015 itu, kedudukan Din tidak tergoyahkan di urutan teratas bersama Muhammadi Muqodas, Malik Fadjar, dan Haedar Nashir.

Berikut nama-nama 13 besar anggota PP Muhammadiyah periode 2010-2015; Din Syamsudin (1.915 suara), Muhammad Muqodas (1.650), A Malik Fajar (1.562), A Dahlan Rais (1.508), Haedar Nashir (1.482), Yanuhar Ilyas (1.431), Abdul Mufti (1.322), Agus Danarta (1.034), Syafiq A Mugni (952), Fatah Wibisono (942), M.Goodwil Zubir (931), Bambang Sudibyo (887), Dadang Kahmad (797), Syukrianto (793), dan AM Fatwa (790).

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/07/153744/3/1/Muktamar-Muhammadiyah-Tetapkan-13-Nama-Pimpinan-Pusat

[ Read More.. ]

Sabtu, 01 Mei 2010

Perpisahan 2010

Baru Upload dokumentasi perpisahan 2010 neh...




Maaf jika gambarnya kurang terang.... dari sononya.. hehehhee
[ Read More.. ]

Sabtu, 27 Maret 2010

Kisah Islam ANDAIKATA LEBIH PANJANG LAGI


Seperti yang telah biasa dilakukannya ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia Rosulullah mengantar jenazahnya sampai ke kuburan.

Dan pada saat pulangnya disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu.
Kemudian Rosulullah berkata,"tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?" Istrinya menjawab, saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal"
"Apa yang di katakannya?"
"saya tidak tahu, ya Rosulullah, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah pekikan pedih karena dasyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong."
"Bagaimana bunyinya?" desak Rosulullah.

Istri yang setia itu menjawab, "suami saya mengatakan " Andaikata lebih panjang lagi....andaikata yang masih baru....andaikata semuanya...." hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar,ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?"
Rosulullah tersenyum."sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru,"ujarnya.

Kisahnya begini. pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat jum''at. Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas penghabisan, ia menyaksikan pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata "andaikan lebih panjang lagi".
Maksudnya, andaikata jalan ke masjid itu lebih panjang lagi, pasti pahalanyalebih besar pula.
Ucapan lainnya ya Rosulullah?"tanya sang istri mulai tertarik.

Nabi menjawab, "adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, hampir mati kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut. Dan mantelnya yang baru lalu dikenakannya. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, "Coba andaikan yang masih yang kuberikan kepadanya dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi".Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.

Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya, ya Rosulullah?" tanya sang istri makin ingin tahu. Dengan sabar Nabi menjelaskan,"ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba- tiba seorang musyafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musyafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan nazak, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata '' kalau aku tahu begini hasilnya, musyafir itu tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda.

Memang begitulah keadilan Tuhan. Pada hakekatnya, apabila kita berbuat baik, sebetulnya kita juga yang beruntung, bukan orang lain. Lantaran segala tindak-tanduk kita tidak lepas dari penilaian Allah. Sama halnya jika kita berbuat buruk. Akibatnya juga akan menimpa kita sendiri.Karena itu Allah mengingatkan: "kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula."
(surat Al Isra'':7)
[ Read More.. ]

PENGUMUMAN DAN JADWAL

Untuk siswa kelas XII yang mengulang Ujian Nasional 2012 dimohon untuk tetap berkomunikasi dengan pihak sekolah melalui walikelas masing- masing

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

BAGI SISWA YANG INGIN MEMBERIKAN KOMENTAR ATAU MELAKUKAN POSTING DAPAT DIKIRIMKAN MELALUI E-MAIL : SMAMUHTEG@GMAIL.COM
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Jadwal Adzan Kota Tegal dan Sekitarnya